KEINDAHAN PAPUA JUSTRU TERLETAK
PADA ALAM YANG SANGAT CANTIK
, BILA Anda ke Papua, janganlah berharap dapat menemukan tempat wisata yang banyak disuguhkan kota-kota besar. Tempat wisata andalan Papua justru alam yang cantik dan suguhan pemandangan yang tidak bisa dan tidak biasa ditemukan di kota asal Anda.
Salah satu cara melakukan perjalanan wisata di sana adalah dengan berperahu menyusuri sungai. Tim Media melakukan hal itu saat berada di Desa Pigapu, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang dilewati Sungai Wania.
Perjalanan ini paling mengasyikkan bila diawali saat matahari belum terlalu tinggi. Banyak pemandangan dan pengalaman baru menanti di sepanjang perjalanan selama 1-2 jam ke arah hulu maupun hilir sungai itu. Jangan lupa mengajak warga setempat untuk menjadi pemandu perjalanan. Dia akan memberi tahu berbagai jenis tanaman, hewan maupun pemandangan lain yang akrab dengan kehidupan sehari-harinya.
Saat kami keluar dari dermaga Pigapu menuju Desa Hiripau dan Kaugapu di arah hulu, air tampak mengalir tenang di sungai selebar 20-30 meter ini. Berbeda dengan lalu lintas darat di mana kendaraan berjalan di sebelah kiri, jalur perahu ada di sebelah kanan sungai.
Saat berangkat pagi itu, sesekali kami bertemu warga dari berbagai desa yang akan menuju daerah pantai dan hutan bakau untuk mencari keraka (kepiting), berbagai jenis ikan, omoko (siput kecil) dan tambelo di hutan bakau.
Di sepanjang tepian sungai, umuruko alias pohon pandan penghasil buah merah yang sedang populer sebagai buah ajaib penyembuh segala penyakit tampak berjajar rapi. Akarnya kokoh menjulang tinggi, sementara daunnya yang panjang melekuk dan menjulur hinga menyentuh air. Dari kejauhan, jajaran pohon yang lanskapnya ditata alam ini tampak mengagumkan. Pohon sagu, nipah, juga pohon aren tampak menjulang dari dalam hutan.
Lalu, pernahkah Anda membayangkan bagaimana hutan dibuka warga untuk dijadikan ladang? Ini kesempatan yang baik untuk singgah ke tepian untuk mengamati kegiatan warga membuka ladang. Anda bisa bertanya jawab dengan mereka. Sepanjang dianggap tidak mengganggu pekerjaan, mereka pasti bersedia melayani percakapan dengan Anda karena pada dasarnya mereka adalah bangsa yang ramah. Kami menemukan suasana seperti itu saat perahu mendekati Hiripau.
Pemandangan menarik lainnya adalah kegiatan anak-anak bermain di tepian sungai. Berbeda dengan anak-anak kota yang bila berenang mungkin hanya menggerakkan badan dengan empat gaya (dada, bebas, kupu-kupu, punggung), di sungai ini anak-anak bebas memadukan berbagai gaya renang mereka. Kemahiran menyelam mereka diasah di sungai yang telah menjadi sahabat akrab mereka.
Anak-anak juga asyik memamerkan keahlian mereka melakukan lompat salto ke belakang di air. Beberapa anak ada yang lebih suka bermain lumpur di tepian sungai. Cobalah melambaikan tangan pada mereka, pasti Anda mendapatkan balasan lambaian serupa yang disertai dengan pancaran senyum tulus.
Daftar pustaka Terletak di desa Beraban atau 13 km sebelah barat Tabanan, Pura Tanah Lot

